Klaim asuransi kesehatan yang ditolak sering membuat nasabah merasa kecewa. Namun sebelum menyimpulkan bahwa penolakan tidak adil, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membaca alasan penolakan secara tertulis dan mencocokkannya dengan ketentuan polis.
1. Pastikan polis masih aktif
Periksa status polis, tanggal jatuh tempo premi, masa tenggang, dan apakah ada tunggakan. Polis yang lapse atau tidak aktif dapat membuat klaim tidak dibayarkan meskipun nasabah pernah rutin membayar premi sebelumnya.
2. Cek masa tunggu
Banyak polis kesehatan memiliki masa tunggu untuk penyakit tertentu. Jika perawatan terjadi saat masa tunggu masih berlaku, perusahaan asuransi dapat menolak klaim sesuai ketentuan produk.
3. Cocokkan diagnosis dengan manfaat
Pastikan jenis perawatan sesuai dengan manfaat polis. Ada produk yang membedakan rawat inap, rawat jalan, tindakan bedah, penyakit kritis, dan manfaat tambahan. Jangan hanya melihat kartu asuransi aktif; baca juga manfaat yang benar-benar tercantum.
4. Lengkapi dokumen sejak awal
Dokumen umum biasanya meliputi formulir klaim, identitas, resume medis, rincian biaya, kuitansi, hasil pemeriksaan, dan surat keterangan dokter. Simpan salinan semua dokumen sebelum dikirim.
5. Minta alasan tertulis jika ditolak
Jika klaim ditolak, minta penjelasan tertulis yang menyebutkan pasal atau ketentuan polis yang menjadi dasar. Dengan begitu, nasabah dapat menilai apakah keberatan perlu diajukan.
6. Gunakan jalur keberatan resmi
Ajukan keberatan melalui kanal pengaduan perusahaan asuransi dan simpan nomor tiket. Bila belum ada penyelesaian, nasabah dapat mempertimbangkan kanal pengaduan regulator sesuai mekanisme yang berlaku.
Gunakan juga checklist klaim asuransi agar dokumen lebih rapi sebelum diajukan.
